08 Nov, 16:04 WIB
Volume 2, Nomor 2, November 2022
Edisi Terbitan Tahun 2022 • Diterbitkan: 30 November 2022

Volume 2, Nomor 2, November 2022

Edisi ini memuat 5 naskah artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat yang telah melalui proses telaah sejawat (*peer-review*).

Naskah Artikel Terbitan (5)

Hal. 39-44

OPTIMALISASI ADMINISTRASI UMUM KANTOR DESA BOJONGCAE (STUDI KASUS DESA BOJONGCAE KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN LEBAK-BANTEN)

Lisa Agustina; Sahroni Sahroni, Eneng Arsiah

Ide dasar pengabdian masyarakat ini didasarkan pada situasi problematik yang dihadapi mitra yakni mengenai administrasi kantor umum desa. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk knowledge sharing dengan pendekatan andragogi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dimana setelah dilakukan interview dengan narasumber melalui teknik purposive sampling dan observasi mendalam dengan melihat kondisi kantor desa Bojongcae ditemukan permasalahan yakni tidak adanya struktur organisasi perangkat desa, dokumentasi profil kepala desa dari awal berdirinya desa sampai dengan kepala desa saat ini dan tabel informasi mengenai desa Bojongcae sehingga menyulitkan dalam mendapatkan informasi mengenai aparatur desa, serta kurang tertata rapinya arsip/naskah surat-menyurat sehingga menyulitkan dalam pencarian arsip yang dibutuhkan. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan penyuluhan terkait administrasi umum kantor desa kepada pemerintah desa beserta lembaga kemasarakatan desa utamanya RT dan RW desa Bojongcae sebagai upaya dalam mengoptimalisasikan administrasi umum kantor desa Bojongcae.  

Hal. 45-56

PERILAKU ORGANISASI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MANBAUL ULUM ASSHIDDIQIYAH JAKARTA

Samiyono, M Wahib MH, Achmat Sudrajat, Nur Fadlan, M Andriana Gaffar

Kepala madrasah memiliki peranan yang penting dalam perkembangan organisasi, Kepala madrasah merupakan pejabat profesional yang ada dalam organisasi madrasah, yang bertugas mengatur semua sumber daya sekolah dan bekerjasama dengan guru-guru, staf dan pegawai lainnya dalam mendidik peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan posisi tersebut kepala madrasah mempunyai peran strategis dalam lembaga pendidikan. Perilaku organisasi merupakan prilaku individu yang ada dalam suatu organisasi, dalam suatu organisasi pendidikan melibatkan banyak anggota baik sebagai guru, staf maupun karyawan, oleh sebab itu dalam organisasi memiliki perilaku individu yang berbeda-beda baik dari tingkat emosional dan intelektual mereka. Terbentuknya budaya organisasi di suatu lingkungan pendidikan dalam hal ini sekolah, sejatinya diperlukan sebuah kerjasama yang komprehensif dari setiap unsur sekolah baik itu kepala sekolah, pegawai/staf, guru, dan murid dalam mengimplementasikan nilai-nilai normatif yang telah disepakati atau nilai yang telah dijadikan sebuah acuan dalam menjaga stabilitas lingkungan sekolah secara psikologi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dari budaya organisasi di Sekolah Menengah Pertama Manbaul Ulum Asshiddiqiyah Jakarta.

Hal. 57-66

DAMPAK TEKNOLOGI DAN INFORMASI DALAM MENINGKATAKAN KUALITAS PELAYANAN PADA MTsN 1 SUKAMARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Muhammad Yunus Rangkuti, Jonisar Jonisar, Misbah Misbah, Iim Wasliman, Yosal Iriantara

Seiring dengan perkembangan jaman, perkembangan teknologi pun semakain pesat. Hampir diseluruh penjuru dunia menggunakan teknologi informasi. Kehadiran teknologi informasi sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia. Kehadirannya membawa perubahan yang sangat berarti dan mampu mempermudah manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan menjalani kehidupannya. Salah satunya bagi bidang layanan, teknologi sangat membantu dalam memberikan pelayanan di tempat-tempat pendidikan. Teknologi informasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan menjadi lebih baik.Dalam penelitian ini penulis akan menganalisis bagaimana teknologi informasi mampu mempengaruhi kualitas pelayanan administrasi di sekolah untuk lebih mempermudah pekerjaan para administrator untuk bekerja MTs Negeri 1 Sukamara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Sukamara Kalimantan Tengah. Dalam menentukan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih informan kunci. Dari penelitian yang dilakukan  diketahui berbagai langkah yang dilakukan oleh MTSN 1 Sukamara melakukan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran Sekolah. memotivasi para guru secara personal untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Memberikan workshop maupun pelatihan-pelatihan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pelaksanaan pembelajaran, baik pelatihan yang dilaksanakan secara mandiri maupun pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak

Hal. 67-76

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) PADA BIDANG KESEHATAN DI DESA SUKARAJA KECAMATAN WARUNGGUNUNG KABUPATEN LEBAK-BANTEN

Nazmudin

Abstrak Pembangunan adalah perubahan yang berguna menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak suatu bangsa. Keberhasilan pelaksanaan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai spirit sangat bergantung kepada peranan pemerintah dan partisipasi masyarakat, keduanya harus mampu bersinergi dalam melaksanakan pembangunan. Supaya setiap pembangunan yang dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat.Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk ke empat terbesar di dunia.  Dis sisi lain, ledakan penduduk ini terjadi karena laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Untuk memberikan penghidupan yang layak kepada setiap warga negaranya, maka pemerintah menggalakkan program Kampung KB (Keluarga Berencana), namun dalam pengelolaannya belum maksimal. Seperti kondisi di Kampung Ciloa, Kampung Pengasih Pasir, dan Kampung Kaso untuk pengelolaannya belum optimal. Masih kurangnya sumber daya manusia dalam pengelolaan program kampung KB (Keluarga Berencana), masih terbatasnya sarana dan prasarana penunjang program kampung KB (Keluarga Berencana), masih rendahnya dukungan pemerintah dari sisi anggaran, kurang optimalnya koordinasi antar lintas sektoral. Penelitian dan hasil penelitian menujukkan belum optimal, dan strategi yang tepat untuk diterapkan yaitu melakukan kerjasama dengan dinas terkait lainnya untuk berkonsentrasi meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat, melakukan evaluasi kebiajakan program pengelolaan dengan pihak-pihak terkait, melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat. Saran penelitian agar strategi lebih optimal adalah meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam program upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci : Pembanginan SDM, Pengelolaan, Kampung KB (Keluarga Berencana)

Hal. 77-88

MODEL DIKLAT UNTUK PENINGKATAN KINERJA BIROKRASI PENDIDIKAN

Rasma Afifah, Siti Mas’amah, Achmat Sudrajat, Iim Wasliman, Yosal Iriantara

Perkembangan ilmu pengetahuan dan  teknologi digital 4.0 di era globalisasi dan moderenisasi seperti saat ini, manajemen sumber daya manusia memiliki peran dalam menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan berkompeten. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan harapan tenaga kerja yang berkualitas dan berkompeten diperlukan adanya pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan atau secara bertahap sesuai dengan jenjang keahlian dan keterampilannya. Praktek pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat mengembangkan PNS sesuai dengan kompetensinya dapat menggunakan keahliannya sesuai dengan perubahan teknologi, PNS akan lebih berorientasi pada pengembangan instansi, meningkatkan kinerja PNS dan untuk pengembangan karir, sehingga adanya diklat diharapkan akan dapat meningkatkan pertumbuhan pribadi setiap PNS.Untuk meningkatkan mutu pendidikan, guru dituntut memiliki sejumlah kompetensi dan pengalaman yang memadai untuk menciptakan kinerja guru yang baik. Peningkatan kemampuan tersebut dapat diperoleh melalui Diklat dan pengembangan-pengembangan profesi guru seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) melalui hal tersebut guru diharapkan memperoleh penyegaran-penyegaran, peningkatan efisiensi dan efektifitas kerja. Adapun birokrasi dapat dipahami sebagai prosedur kerja, sistem keorganisasian, dan kekuasaan untuk mengambil keputusan. Peran birokrasi dan partisipasi masyarakat sebagai kontrol pendidikan nasional merupakan fungsi birokrasi itu sendiri, mengontrol tugas pokok dan fungsi birokrasi pendidikan hingga pelaksanaan proses pendidikan di daerah supaya berjalan dengan baik.