08 Nov, 15:54 WIB
Jurnal Berkala LPPM p-ISSN / e-ISSN: 2829-145X OJS 3.4 Terintegrasi

KAPPEMI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Banten Raya

Wadah publikasi ilmiah berkala yang memuat hasil-hasil penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat demi pemberdayaan masyarakat pedesaan dan pembangunan daerah Banten.

Status Sinkronisasi OJS: Terakhir diperbarui: 08 Nov 2026, 02:46 WIB
8 Edisi Terbitan • 40 Artikel Terdata • Auto-Sync Setiap 12 Jam
Terbitan Paling Baru Volume 4, Nomor 2, November 2024
Lihat Semua Isi Edisi Ini
Volume 4, Nomor 2, November 2024

Volume 4, Nomor 2, November 2024

Edisi terbitan berkala Volume 4, Nomor 2, November 2024. Menghimpun artikel hasil program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat oleh dosen dan peneliti.

5 Artikel • 30 Nov 2024

Artikel Terbitan Terbaru

Semua Artikel
Vol 4 No 2 (2024)

STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGAN INOVASI DESA WISATA

Sugiyatno Sugiyatno

Abstrak Strategi merupakan perencanaan yang sengaja dibuat untuk mencapai sebuah tujuan yang efektif dan optimal. Pemerintah sebagai lembaga negara yang ditunjuk untuk melayani dan menjadi eksekutor dalam memberikan kesejahteran dan kemakmuran kepada masyarakatnya perlu memiliki strategi yang bagus. Baik buruknya implementasi pemerintah terhadap program kerjanya, itu tergantung seberapa baik dan relevan strateginya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kulitatif, artinya data yang digunakan bisa didapatkan melalui wawancara secara langsung, kemudian observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah khususnya di Kabupaten Pandeglang dalam mengembangkan inovasi desa wisata di wilayahnya.   Kata Kunci: Strategi, Inovasi, Pemerintah, Desa Wisata

Vol 4 No 2 (2024)

STRATEGI YANG DILAKUKAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGEMBANGAN INOVASI DESA WISATA

Jeni Minan

Desa Ponggok merupakan desa wisata yang berada di Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten yang memiliki potensi alam berupa sumber mata air jernih, segar dan melimpah dengan Umbul Ponggok sebagai objek wisata andalan. Selain itu, Desa Ponggok juga menawarkan wisata edukasi terkait tata kelola Desa dan BUMDes, pengelolaan wisata, budidaya perikanan, budidaya maggot, ketahanan pangan, pertanian, pengelolaan sampah, dan UMKM. Metode ini digunakan untuk mendiskripsikan Pengembangan Potensi Desa Menuju Desa Wisata Di Desa Ponggok Kecamatan polanharjo Kabupaten Klaten. Penelitian kualitatif ini peneliti melakukan pengolahan dan teknik analisa data melalui proses mencari dan menyusun secara sistematis data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi serta membuat kesimpulan serta dengan pendekatan metode analisa SWOT (strength, weaknesess, opportunity, treath), seluruh data ditelaah bersama-sama untuk mendapatkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Adapun strategi yang dilakukan oleh pemerintah desa yaiut Strategi Dalam Mewujudkan Desa Wisata dan Strategi dalam Pengembangan Desa Wisata oleh pemerintahan desa melibatkan perencanaan yang terarah dan partisipasi masyarakat. Selain itu, strategi seperti pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya alam juga menjadi kunci dalam pelaksanaan pembangunan yang efektif.   Kata Kunci: Strategi Pemerintah; Pengembangan Inovasi; Desa Wisata

Vol 4 No 2 (2024)

STRATEGI PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN DESA MANDIRI BERBASIS DESA WISATA

Dian Wahyu Danial

Desa wisata ponggok merupakan salah satu desa wisata di kabupaten klaten yang memiliki beragam potensi wisata. Desa wisata ponggok perlu dikembangkan lebih lanjut guna mempertahankan eksistensi sebagai desa wisata. Dilihat dari kunjungan wisatawan pada tahun 2017 mulai terjadi penurunan kunjungan wisatawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alternatif strategi pengelolaan yang harus diprioritaskan dalam rangka pengembangan desa wisata ponggok. Penelitian ini menggunakan metode process hierarchy analysis (AHP) untuk menganalisis alternatif kebijakan yang diusulkan oleh keyperson melalui wawancara sebelumnya. Terdapat empat alternatif kebijakan yaitu: penambahan sarana rekreasi buatan, penambahan paket wisata alam, penambahan paket wisata budaya dan penambahan oleh-oleh khas desa ponggok. Hasil analisis ahp menunjukkan penambahan paket wisata budaya menjadi prioritas utama pilihan pengembangan desa wisata yang mempunyai bobot tertinggi. Prioritas kedua adalah penambahan paket wisata alam. Prioritas ketiga adalah menambah sarana rekreasi buatan, dan prioritas terakhir menambah oleh-oleh khas desa ponggok.   Kata kunci : Analisis hierarki Proses (AHP), wisata desa, pengembangan wisata, strategi pembangunan

Vol 4 No 2 (2024)

RENCANA AKSI PEMERINTAH DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA MANDIRI BERBASISI DESA WISATA

Asep Muslim

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rencana aksi pemerintah desa dalam pembangunan desa mandiri berbasis desa wisata yang berfokus pada Desa Ponggok, Kabupaten Klaten. Tujuan utama dalam laporan ini adalah untuk mengetahui bagaimana rencana aksi pemerintah desa dalam pembangunan desa mandiri berbasis desa wisata, apa saja hambatan yang mempengaruhi rencana aksi pemerintah desa dalam pembangunan desa wisata dan bagaimana evaluasi yang dilakukan pemerintah desa dalam mengembangkan desa ponggok menjadi desa mandiri berbasis desa wisata. Penelitian ini menyoroti aset wisata Desa Ponggok. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam pelaksanaan program yang dijalankan oleh pemerintah Desa Ponggok terdapat beberapa evaluasi yang dilakukan yaitu evaluasi melalui report harian, bulanan, dan triwulan. Faktor pendukung utama dalam implementasi analisis ini adalah partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari pihak-pihak terkait. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa peran pemerintah daerah sangat krusial dalam pengembangan desa wisata. Implementasi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.   Kata Kunci: Rencana Aksi, Pemerintah Desa, Pembangunan Desa Mandiri Berbasis Desa Wisata

Vol 4 No 2 (2024)

KONDISI SOSIAL BUDAYA DAN KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA PONGGOK

Widyanani

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial budaya dan kelembagaan dalam pengembangan desa wisata yang berfokus di Desa Ponggok, Kabupaten Klaten. Tujuan  utama dalam laporan ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial budaya dan kelembagaan dalam pengembangan desa wisata dan bagaimana evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam mengembangkan desa wisata di desa Ponggok. Penelitian ini menyoroti kondisi sosial budaya di Desa Ponggok. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini mencakup peran penting pemerintah desa dan keterlibatan kelembagaan dalam mengembangkan desa wisata. Dalam pelaksanaan program yang dijalankan oleh pemerintah Desa Ponggok terdapat beberapa evaluasi yang dilakukan yaitu evaluasi melalui report harian, bulanan, dan triwulan. Faktor pendukung utama dalam implementasi analisis ini adalah partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari pihak-pihak kelembagaan. Sebagian masyarakat yang belum memiliki pemahaman mendalam tentang konsep desa wisata dan cara pengelolaannya.  Dahulu desa ini termasuk dalam kategori desa termiskin dengan pendapatan desa hanya Rp80 juta/tahun. Bahkan pada 2001 desa ini ditetapkan sebagai desa dengan kategori Infrastruktur Desa Tertinggal. Namun sejak kepemimpinan Kepala Desa Junaedhi Mulyono 2006, desa ini mulai melakukan perubahan melalui pengembangan potensi desa. Desa Ponggok memiliki potensi alam berupa sumber mata air jernih, segar dan melimpah dengan Umbul Ponggok sebagai objek wisata andalan.   Kata Kunci: Desa Ponggok, Pemerintah Desa, Desa Wisata, BUMDes, Kondisi Sosial.

Vol 4 No 1 (2024)

STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN INVESTASI DI JAWA TENGAH

Jeni Minan

Abstrak Peran pemerintah dalam membangun iklim investasi yang inklusif dan partisipatif sangat penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan di daerah tersebut. Melalui studi ini, penulis menganalisis langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam menggalang partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan investasi, serta mengidentifikasi keberhasilan, tantangan, dan peluang yang terkait. Artikel ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan mengumpulkan data melalui tinjauan literatur dan wawancara dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemerintah provinsi Jawa Tengah telah mengimplementasikan berbagai strategi untuk mendorong partisipasi masyarakat, seperti pembentukan forum konsultasi publik, pengembangan program edukasi investasi, dan pelibatan masyarakat dalam proses pengawasan investasi. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta dan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan investasi. Kesimpulannya, artikel ini menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan investasi di Jawa Tengah. Dengan membangun strategi yang tepat, pemerintah dapat menciptakan iklim investasi yang inklusif, memberdayakan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di daerah tersebut. Kata Kunci : Pemerintah, Inklusi Ekonomi, Edukasi Investasi dan Kebijakan Publik

Vol 4 No 1 (2024)

ETIKA BIROKRASI DALAM PENINGKATAN KEPERCAYAAN INVESTOR DI JAWA TENGAH

Sugiyatno

Abstrak Etika birokrasi memainkan peran yang penting dalam peningkatan kepercayaan investor di provinsi Jawa Tengah. Pada saat yang sama, kepercayaan investor menjadi faktor kunci dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara etika birokrasi dan kepercayaan investor di provinsi Jawa Tengah, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi etika birokrasi yang dapat meningkatkan kepercayaan investor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah, investor, dan pihak terkait lainnya di provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika birokrasi yang kuat merupakan faktor kunci dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan investor. Etika birokrasi yang baik tercermin dalam prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan profesionalisme. Selain itu, komitmen pemerintah dan dukungan kebijakan yang konsisten juga ditemukan berperan penting dalam menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif.   Kata kunci : Etika birokrasi, kepercayaan investor, Provinsi Jawa Tengah

Vol 4 No 1 (2024)

MANAJEMEN PENGELOLAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI PROVINSI JAWA TENGAH

Asep Muslim

Abstrak Pendapatan asli daerah (PAD) merupakan sumber pendapatan asli daerah yang harus digerakkan oleh kegiatan ekonomi daerah. Manajemen yang efektif dan efisien terhadap pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD) menjadi kunci keberhasilan dalam mengoptimalkan penerimaan daerah. Tujuan dalam penelitian ini antara lain mengetahui manajemen pengelolaan pendapatan asli daerah provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini terdapat empat fungsi manajemen pengelolaan pendapatan asli daerah yaitu planning, organizing, actuating dan controlling. Perencanaan manajemen  pengelolaan pendapatan asli daerah mempunyai perencanaan dalam sebuah kinerja pendapatan pertumbuhan ekonomi yang dimana di dalamnya terdapat kebijakan fiskal yang menjadi sebuah pelengkap dalam pendapatan daerah. Pengorganisasian dalam pengelolaan pendapatan asli daerah provinsi Jawa Tengah dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA). Dalam pelaksanaan pendapatan asli daerah provinsi Jawa tengah bekerja sama dengan pemerintahan pusat terkait bahan bakar minyak dengan melakukan koordinasi ke perusahaan Pertamina serta mencari potensi untuk meningkatkan BBM, dan mencari berbagai investor untuk mencapai angka yang lebih baik lagi. Dalam pengawasan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA). Dengan manajemen pendapatan asli daerah Provinsi Jawa Tengah juga melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan potensi pendapatan daerah.   Kata Kunci : Manajemen, Pengelolaan, Pendapatan Asli Daerah, Provinsi Jawa Tengah.

Penerimaan Naskah

Call for Papers KAPPEMI Volume 4 Tahun 2026

Kami mengundang para dosen, peneliti, dan praktisi untuk mengirimkan manuskrip hasil pengabdian masyarakat untuk diterbitkan pada edisi mendatang.

Informasi Jurnal

Nama Jurnal KAPPEMI
ISSN Cetak & Online 2829-145X
Frekuensi Terbit 2 Kali Setahun (Juni & Desember)
Penerbit LPPM STISIP Banten Raya
Sistem Portal Open Journal Systems (OJS 3.4)
Akses Terbuka Open Access (Gratis)

Fokus & Ruang Lingkup

  • Pemberdayaan dan Tata Kelola Pemerintahan Desa
  • Inovasi Pelayanan Publik Pedesaan
  • Pengembangan Ekonomi Kreatif dan BUMDes
  • Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Lingkungan
  • Pendidikan, Literasi Digital, dan Kebijakan Sosial