08 Nov, 16:04 WIB
Volume 2, Nomor 1, Mei 2022
Edisi Terbitan Tahun 2022 • Diterbitkan: 25 May 2022

Volume 2, Nomor 1, Mei 2022

Edisi ini memuat 5 naskah artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat yang telah melalui proses telaah sejawat (*peer-review*).

Naskah Artikel Terbitan (5)

Peran Media Lokal Dalam Mendorong Demokratisasi Di Era Otonomi Daerah

Nazmudin

Keberadaan media lokal sebagai subsistem politik lokal membutuhkan kuat profesionalisme dan idealisme dasar. Tanpa profesionalisme, itu tidak mudah bagi media massa untuk menjaga kepercayaan mereka dari masyarakat. Sebagai institusi bisnis, media lokal harus meningkatkan kualitas manajemen untuk mendukung seluruh perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Artikel ini akan menguraikan tentang tiga topik terkait: pengamatan teoritis hubungan media, demokrasi, dan proses menuju demokratisasi lokal; menanggapi otonomi daerah, peran media lokal di otonomi daerah pada mediasi para pemimpin politik dan konstituen; dan pentingnya peran media lokal dalam proses demokratisasi di Indonesia, serta untuk memberikan alternatif tentang bagaimana media lokal harus di masa depan, baik sebagai subsistem demokrasi atau sebagai pilar industri.   Kata Kunci : Media Lokal dan Demokratisasi.  

Pelayanan Dan Penilaian Masyarakat Terhadap Dinas Cipta Karya Penataan Ruang Dan Kebersihan (Dckprk) Kabupaten Pandeglang

jeni minan

Penelitian ini membahas bagaimana pelayanan persampahan yang diberikan oleh Dinas Cipta Karya Penataan Ruang dan Kebersihan Kabupaten Pandeglang dan mengevaluasi apa yang telah dikerjakan dengan melibatkan masyarakat sebagai penilai. Metode yang digunakan adalah survey, suatu penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data sampel yang diambil dari populasi. Sedangkan penarikan sampel menggunakan teknik non- probability sampling secara accidental sampling, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang cocok sebagai sumber data. Kajian ini mendapati bahwa kualitas pelayanan yang meliputi kinerja petugas dan kelengkapan sarana dan prasarana oleh DCKPRK sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Dikuatkan dengan dua indikator 1) penilaian kemampuan DCKPRK dalam memberikan pelayan, dilihat dari garis kontinum yang digunalkan untuk pengukuran nilai, bahwa nilai 1939 terletak pada interval 1800-2400 yaitu antara ragu dan setuju. Artinya pelayanan DCKPRK, menunjukan baik 2) penilaian sarana prasarana, dilihat dari garis kontinum yang digunakan untuk mengukur nilai bahwa nilai 1895 terletak pada interval 1800-2400 yaitu antara ragu dan setuju. Artinya, sarana dan prasarana yang digunakan DCKPRK untuk melaksanakan tugas adalah baik.   Kata Kunci: Pelayanan dan Penilaian  

Upaya Meningkatkan Semangat Kerja Pegawai Tenaga Kerja Sukarela Melalui Pemberian Kesejahteraan Pada UPT Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kecamatan Banjar

Hasyim Adnan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya Meningkatkan Semangat Kerja Tenaga Sukarela Melalui Pemberian Kesejahteraan Pada UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Banjar.Analisis data dalam penelitian ini adalah wawancara langsung dengan staf kantor. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kesejahteraan tenaga kerja sukarela harus lebih ditingkatkan lagi semangat kerjanya, Dengan adanya semangat kerja yang tinggi dapat memberikan kontribusi bagi kelancaran pelaksanaan tugas pegawai,dimana dengan adanya kesejahteraan pegawai dapat terwujuudnya pegawai yang dapat mengembangkan karier berdasarkan prestasi kerja. Karena tanpa adanya kesejahteraan yang baik, produktifitas kerja tidak akan berhasil sesuai dengan keinginan dan tujuan yang dicapai, kesejahteraan sangat penting bagi pegawai Tenaga Kerja Sukarela,diantaranya kesejahteraan dalam bentuk materi dan non materi, semakin sejahtera pegawai maka makin semangat kerjanya. Pada setiap instansi pemerintah itu tidak hanya diharapkan mampu dan trampil dalam pekerjaan tetapi juga harus memiliki semangat kerja yang tinggi untuk mencapai hasil yang maksimal.Kepada Pemerintah agar lebih memperhatikan Pegawai Tenaga Kerja Sukarela supaya ada peningkatan honor Upah Minimum Regional (UMR).   Kata Kunci: Semangat Kerja, Pegawai dan Sukarela      

Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Desa Kadubungbang Kecamatan Cimanuk Kabupaten Pandeglang

MUHAMAD JAFAR AW, Dini Isnaeni Efendi

Abstrak kesejahteraan desa akan menjadi multipliers Effect terhadap kemajuan daerah penyangga (buffer zone) suatu daerah yang akhirnya tidak ada lagi rakyat miskin di desa dan perbedaan tingkat kesejahteraan antara desa dengan kota, Inilah yang akan penulis teliti dengan latar belakang di atas dengan mengambil judul penelitian “Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Desa Kadubungbang Kecamatan Cimanuk Kabupaten Pandeglang”. Dari beberapa identifikasi permasahan di atas, maka penulis memberikan fokus penelitian sesuai dengan judul yang penulis pilih yaitu; (1) Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Kadubungbang Kecamatan Cimanuk Kabupaten Pandeglang, serta (2) langkah- langkah optimalisasi Pengembangan Desa Wisata di Desa Kadubungbang Kecamatan Cimanuk Kabupaten Pandeglang. Deskripsi merupakan metode penelitian yang bertujuan mendiskripsikan secara terperinci fenomena sosial tertentu. Penelitian Deskriptif juga dapat diidentikkan sebagai penelitian yang terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah atau keadaan atau peristiwa sebagaimana adanya sehingga bersifat sekedar untuk mengungkapkan fakta (fact finding). Kualitatif merupakan tata cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif analisis, yaitu apa yang dinyatakan secara tertulis atau lisan dan juga perilaku yang nyata, teliti dan dipelajari sebagai suasana yang utuh, jadi penelitian deskriptif kualitatif studi kasusnya mengarah kepada pendeskripsian secara rinci dan pendalaman mengenai potret kondisi tentang apa yang sebenarnya terjadi menurut apa adanya di lapangan studinya.   Kata Kunci : Partisipasi; Pengembangan; Desa Wisata;    

Analisis Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Desa Karya Buana Sebagai Desa Penghasil Wisata

Fatulloh Fatulloh

Abstrak Penelitian ini dilakukan di Desa Karyabuana yang mengalami perubahan sosial budaya dari desa yang didominasi oleh pertanian sawah dan sayuran menjadi desa wisata yang didominasi oleh berbagai macam pembangunan objek pariwisata beserta sarana pendukung lainnya yang dimiliki oleh para investor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Perubahan sosial budaya yang terjadi antara lain: 1) Berkurangnya interaksi sosial; 2) Berkurangnya solidaritas sosial; 3) Proses sosialisasi dipengaruhi oleh unsur dari luar masyarakat Desa Cihideung; 4) Berkurangnya pengawasan sosial serta kepedulian; 4) Menghilangnya adat istiadat; 5) Meningkatnya eksistensi kesenian tradisional; 6) Mata pencaharian yang menjadi heterogen; 7) Terjadinya mobilitas sosial.